Showing posts with label Catatan Fitri. Show all posts
Showing posts with label Catatan Fitri. Show all posts

Monday, October 31, 2016

Samyang, Si Merah Menggoda

Sekarang nih lagi ngehits banget ya samyang challenge. Pertama kali liat sih di youtube, banyak banget yang upload videonya. Malah samyangnya ini ditambahin cabe rawit, bon cabe, sama keripik maicih. Duh, ga kebayang pedasnya kayak gimana. Gara-gara liat video-vidoe samyang dan kayak yang menggoda gitu keliatannya merah merona meggiurkan akhirnya aku tertarik buat mencobanya. Tapi ga nyengajain banget sih ya aku cari si mie Korea ini. Kebetulan aja pas belanja bulanan, liat ini di jajaran mie impor dan taraaa nemu. Yeay. 
Packagingnya sama seperti mie instan goreng pada umumnya dengan bumbu yang di pisah. Bumbunya berbentuk cairan kental warna merah. Samyang ini juga ada tambahan wijen dan rumput laut buat topingnya. Ini dia penampakannya setelah dimasak.
Satu porsi samyang dengan kemasannya

Warna aslinya lebih merah dari foto ini

Gimana? Pedas ga? Sepedas apa? Jawabannya PEDAS BANGET. Lebay ya? Emang pedesnya ga ketulungan ini samyang. Satu porsinya banyak, hampir dua kali lipat dari mie instan biasa. Baru habis setengahnya udah ga kuat, aku minum air hangat dulu buat ngilangin rasa pedasnya di mulutku. Terus mie nya aku tambahkan kecap biar jadi manis pedas gitu samyangnya, hahaha. Maksa pengen ngabisin meski kepedesan sampe keluar keringat. Pedesnya ampuuuuun, kapok :( udah angkat tangan kalau disuruh tambahin sama cabe rawit, bon cabe, dan sebangsanya.
Setelah samyangnya habis, aku langsung minum air hangat dan makan kue bolu. Hihihi biar panas dari mulutku gara-gara kepedesannya cepat hilang nih :D
Nah ini tipsnya, makan yang manis-manis sama minum air hangat buat ngilangin pedes. Inget lho ya, bukan air es. Minum air es setelah makan pedas, yang ada bikin perut makin panas, ga baik, hehehe.
Eits, tapi ini hanya menurut aku yang memang ga suka pedas (tapi suka sok sok an pengen nyoba makanan yang pedas-pedas). Teman-teman aku yang pada suka pedas bilang ini ga pedas lho, biasa saja katanya. Pantesan yang di youtube itu pada ditambahin "teman-teman"nya. Ih parah, mungkin mereka memang tingkat kepedasannya sudah level dewa, hihihi. Beda sama aku yang masih level SD :D
Oh iya, di beberapa daerah mungkin ada yang masih agak susah nyari samyang ini. Aku tinggal di Tasik nemu ini di Asia Plaza dengan harga 20 ribu kurang seratus rupiah (aka Rp 19.900). Memang mahal kalau ukuran mie instan, tapi karena pakai member card jadi lumayan ada potongan 10% hihihi (maaf bukan promo). Kurang tau di super market lain atau di mini market sudah ada atau belum.  Harganya di kota lain bisa lebih murah atau lebih mahal. Ada yang 17 ribu, bahkan ada yang sampai 25 ribu. Semakin lebih jarang, semakin lebih mahal mungkin ya. Hampir seharga ramen yang ada di cafe-cafe nih. Buat yang malas keluar rumah, mungkin mie instan ini bisa jadi solusi.
Oke, sekian review (ala ala) samyang yang cukup singkat ini. Hati-hati kalau makan pedas sewajarnya saja, jangan berlebihan. Allah tidak menyukai segala sesuatu yang berlebihan, hehehe ;)

Friday, October 28, 2016

Resep Homemade Beef Steak

Hello everyone, welcome back to my blog. Postingan kali ini mau bahas resep homemade beef steak. Resep ini aku dapat dari postingan yang dishare sama @kaindazahra di akun intagramnya. Ternyata bikin steak itu cukup simple. Langsung deh aku eksekusi yang kurang lebih kayak gini nih.
Bahan-bahan:
  • Daging sapi
Bumbu halus:
  • 2 siung bawang putih
  • 1/2 sdt ketumbar
  • Garam
  • Gula merah
Bumbu saus steak:
  • 1 buah bawang bombay
  • 3 bawang putih
  • 1 buah tomat
  • 200 ml air
  • 1 sdm tepung maizena/tepung terigu
  • 1 sdm kecap manis
  • Garam
  • Gula pasir
  • Penyedap rasa
Sayur pelengkap:
  • 2 buah kentang
  • 3 buah wortel
  • 5 buah buncis
Setelah dipotong memanjang dan dicuci, semua sayuran dikukus/direbus kurang lebih 15 menit. Sisihkan.
Cara memasak daging:
  • Ulek semua bahan untuk bumbu halus.
  • Setelah daging dicuci dan dipotong tipis, lumuri dengan bumbu halus tersebut. Diamkan setengah sampai satu jam.
  • Panaskam minyak dan margarin menggunakan teflon.
  • Panggang daging sampai matang (sebaiknya hanya satu kali bolak balik saja).
Cara memasak saus steak:
  • Tumis bawang putih sampai harum.
  • Masukkan garam, gula pasir, dan penyedap.
  • Masukkan tomat yang telah diulek/diblender sebagai pengganti saus tomat.
  • Aduk rata.
  • Tambahkan air.
  • Setelah airnya mendidih, tambahkan kecap manis. Kemudian masukkan tepung maizena/tepung terigu yang sudah dicampur dengan 2 sdm air dan terakhir masukkan bawang bombay. Aduk rata.
  • Tuangkan ke permukaan steak.
Steak siap disajikan dengan sayurannya.
Mudah kan? Selamat mencoba home made beef steak nya :)
This is it, homemade beef steak ala ala ;)
Ini untuk pertama kalinya bikin, tepungnya menggumpal gitu. Akhirnya pas bikin lagi, sebelum dimasukkan ke bumbu steak ini, aku campurkan dulu tepungnya dengan sedikit air. 

Sunday, September 18, 2016

Roti Gulung Pisang Keju Coklat

Berawal dari tatap (eh itu mah lagunya yura yunita :p). Jadi ceritanya berawal dari banyaknya pisang yang alhamdulillah ada di meja makan, udah bosen dibikin pisang goreng terus atau pisang keju. Terus ga sengaja liat postingan temen di fb ada yang ngeshare resep roti gulung ini. Pas diperhatiin ternyata bahan-bahannya cukup mudah akhirnya aku bikin deh roti gulung pisang keju coklat ini. Baca selewat terus aku coba. Ini dia bahan-bahannya:
  • 6 potong roti tawar
  • 3 buah pisang
  • 3 buah keju slice
  • Meses
  • 1 butir telur
  • Margarin
  • Tepung panir
Cara membuat:
  • Panggang pisang yang telah dibagi dua memanjang dengan sedikit margarin.
  • Tipiskan roti tawar menggunakan sendok.
  • Masukkan pisang, keju, dan meses ke dalam roti.
  • Gulung roti memanjang mengikuti panjang pisang satu persatu.
  • Rekatkan dengan telur yang telah dikocok.
  • Lumuri seluruh permukaan telur dengan telur, kemudian dengan tepung panir sambil ditekan sampai rata.
  • Panggang dengan margarin.
  • Sajikan selagi hangat. Luarnya crunchy, dalamnya lembut banget. Yummy :)

Note: memanggang roti gulung menggunakan sedikit margarin dengan waktu yang sebentar tidak menjadikan meses dan kejunya lumer, mungkin harus agak lebih lama. Atau margarinnya diperbanyak. Ini baru percobaan pertama, next mau nyoba lagi biar isinya lumer ;)

Monday, September 12, 2016

Resep Sate Maranggi

Masih dalam suasana qurban nih, pasti stok dagingnya masih banyak, hehe. Khasnya orang Indonesia kalau lebaran idul adha dagingnya itu dibikin sate. Nah kali ini aku nyoba bikin sate maranggi khas Purwakarta. Biasanya sate dicampur dengan bumbu kacang tapi yang ini beda. Tanpa bumbu kacang pun satenya sudah cukup enak. Bumbunya terasa sampai dalam daging. Setelah searching dan nyoba eksekusi sendiri, aku rangkum nih resep dan cara bikin sate maranggi.
Bumbu yang dihaluskan:
  • Garam
  • 5 buah bawang merah
  • 5 buah bawang putih
  • 1 sdm ketumbar
  • 2 sdm kecap manis
  • 1/2 potong gula merah besar
Oh iya, setelah daging sapinya dicuci, lumuri dengan nanas yang telah diparut agar dagingnya empuk. Jangan terlalu banyak karena akan membuat daging menjadi bubuk saat dipanggang. Waktu aku bikin lupa takarannya entah berapa gram daging, pokoknya masuk dalam 2 mangkok setelah dipotong dadu ukuran sate.
Cara membuat:
  • Haluskan garam, ketumbar, dan bawang putih (yang telah diiris) terlebih dahulu. Lalu bawang merah yang telah diiris juga. Setelah semuanya halus, tambahkan gula merah. Haluskan. Saat mengiris atau menghaluskan bawang merah, simpan garam di sebelah talenan atau cobek yang sedang kita gunakan agar mata tidak perih. Cara ini menurut aku lumayan ampuh lho. Coba deh :D
  • Campurkan kecap ke dalam bumbu tersebut.
  • Lumuri daging sapi dengan bumbu halus. 
  • Diamkan beberapa saat agar bumbu meresap (sambil nunggu bumbu meresap, aku tusuk-tusuk satenya. Ini lumayan lama apalagi kalau dagingnya banyak).
  • Panaskan pemanggang, lumuri dengan margarin.
  • Panggang sate kurang lebih seperti gambar ini:
  • Oleskan kecap dan sedikit campuran bumbu halus tadi saat sate dipanggang. Bolak balik sate sambil dioleskan kecap tersebut sampai matang.
  • Angkat, sajikan dengan acar dan nasi hangat. 
Nah untuk membuat acarnya sangat mudah, waktu itu aku potong dadu kecil-kecil 3 buah mentimun, 2 buah wortel, dan cabe rawit secukupnya (lupa ga pake bawang merah, hehe). Campurkab dengan 3 sendok cuka dan air. Takaran ini cukup dalam 1 mangkok.
Taraaa, sate maranggi ala chef Fitri sudah jadi :D

Monday, August 15, 2016

Ikan Bakar, Sambel Ijo, dan Sambel Kecap

Akhir-akhir ini lagi semangat banget sama masak. Ya beginilah kalau suka makan. Laper, males kemana-mana terus lihat bahan-bahan yang ada di dapur jadinya tergoda buat masak. Aku sebenernya belum mahir masak tapi selalu ingin belajar masak dan nyoba hal-hal baru. Sore ini lihat ikan bawal di kulkas jadi kepikiran bikin ikan bakar. Terus lihat cabe hijau juga kepikiran bikin sambel ijo ala-ala sambel ijo khas Padang. Kedua menu ini belum pernah aku bikin sebelumnya, akhirnya aku searching aja resepnya. Setelah baca-baca dari beberapa artikel aku simpulin aja bikin yang paling simpel dengan bahan-bahan yang ada di dapur. Lagi-lagi karena males ke luar rumah, hehe. 
Langkah pertama yang aku lakukan yaitu mencuci ikan bawal. Terus aku lumuri dengan jeruk limau dan garam. Diamkan sekitar sepuluh menit. Sambil nunggu ikan bawal, aku mencuci bahan-bahan untuk bikin sambel ijo diantaranya cabe hijau, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, dan tomat hijau. Semua bahan itu aku kukus selama kurang lebih 5-10 menit. Sambil nunggu bahan-bahan sambelnya dikukus, aku siapin bahan-bahan untuk ikan bakar seperti bawang merah, bawang putih, jahe, ketumbar, garam. Semuanya dihaluskan. Setelah halus, tumis bumbu tersebut sampai harum. Angkat, kemudian tambahkan kecap manis dan air perasan jeruk limau. Lumuri ikan bawal tadi dengan bumbu tersebut. Bakar sampai matang. 
Oh iya, bahan-bahan sambel yang udah dikukus tadi semuanya ditumbuk dengan garam dan gula pasir tidak perlu sampai halus. Tumis deh sambelnya. Selesai. Nah dua menu tadi udah selesai dalam waktu yang hampir sama jadi bisa hemat waktu. Kalau satu-satu suka jadi lama beresnya. 
Selain bikin dua menu tadi, aku juga bikin sambel kecap buat ikan bakarnya. Bahan-bahannya yaitu:
1. Tomat
2. Cabe rawit
3. Bawang merah
4. Kecap manis
Cara bikinnya simpel. Iris semua bahan, untuk tomat, buang bijinya. Campurkan semua bahan dengan kecap manis. Nah, sambel kecap ini tuangkan ke ikan bakar tadi. Emm yummy. Simpel dan enak juga nih untuk pertama kalinya bikin menu ini tanpa bantuan mamah tapi dengan bantuan internet, hihihi. 
Untuk yang suka masak dan pemula kayak aku ini jangan takut untuk nyoba hal-hal baru ya. Masak itu asyik lho, hehehe. Udah selesei masak, udah kenyang makan, cucian piring deh banyak, hehehe. 
Happy cooking, food lovers.
Penampakan ikan saat dibakar

Sambal ijo dan sambal kecap ala ala :D


Wednesday, January 13, 2016

Tumis Jamur Kancing

 
Tumis Jamur by me
 
Sebelum sering masak jamur kancing, aku lebih sering masak jamur tiram. Suatu hari aku teringat masakan mamah di rumah suka buat pepes jamur kancing pakai tahu pakai baso gitu, ditambah lagi temen pernah cerita dia bikin nasi jamur di majic com, jadinya aku ingin mencoba masak sendiri dan berujung ketagihan, hihi. Jamur kancing ini harganya lebih mahal daripada jamur tiram, tapi rasanya juga memang lebih enak si jamur kancing ini, hihihi harga memang tak pernah bohong ya J
Bahan-bahannya ga jauh beda sama tumisan biasa, yaitu:

  • 3 buah sosis kecil.
  • ¼ jamur kancing
  • 2 buah cabe hijau/cabe gendol
  • 1 buah cabe merah
  • 2 siung bawang putih
  • 2 batang daun bawang
  • 1 buah tomat
  • Garam secukupnya
  • Gula pasir secukupnya
  • Penyedap rasa
  • Minyak goreng secukupnya
Cara membuat:
  • Panaskan minyak goreng.
  • Tumis bawang putih sampai harum.
  • Masukkan cabe merah dan cabe hijau.
  • Masukkan biji tomat, aduk rata diikuti dengan garam, gula pasir, dan penyedap rasa.
  • Setelah bumbunya matang, masukkan sosis, aduk rata.
  • Masukkan jamur kancing, aduk rata.
  • Setelah jamur dan sosisnya matang, terakhir masukkan daun bawang dan tomat yang telah dipotong dadu kecil-kecil agar tomatnya tidak lembek dan masih terasa segar.
  • Aduk rata, sajikan selagi hangat.

  Jamur sama sosis jadi satu, why not :D

Note: untuk membuang biji cabe merah, caranya bagian atas cabai merah dipotong memanjang tanpa memotong bagian yang satunya mulai dari ujung atas dekat bekas tangkainya sampai ujung bawah cabe merah (aduh bahasany gimana ya? ya pokoknya ini untuk memudahkan membuah bijinya aja ya, hehe). Setelah itu buang deh bijinya. Nah kalo cabe hijau, sebelum membuang bijinya, kita harus iris dulu cabe hijaunya, bisa diiris menyerong atau bulat-bulat. Tapi biasanya untuk menumis, cabe hijaunya dipotong menyerong, sedangkan untuk membuat lodeh, dipotong bulat-bulat. Setelah diiris, cabe hijau dicuci bersih, biji-bijinya suka ikutan lepas. Kalau ingin cabe yang lebih pedas, bisa pakai cabe hijau yang bulat. apa ya namanya, bukan paprika, ini lebih kecil, dan pedasnya juara. Kalau bijinya dibuang aja masih pedas, apalagi kalau ga dibuang, duh. Tapi ini selera ku yang ga terlalu suka pedas, kalau bagi yang doyan pedas sih ga masalah, hihihi.

Bereksperimen dengan Nanas

Hallo asaalamualaikum.
Apa kabar sahabat blogger? Lama banget nih ga posting, wow setahun. Terakhir posting Desember 2014 :( Ya ampun aku kemana aja nih. Mudah-mudahan blognya ga banyak sarang laba-labanya ya karena lama ga posting, hihi. Sebenernya banyak banget ide yang mau aku tulis di blog ini tapi banyak juga godaannya jadi baru sempet, huhuhu. Oke, ga usah banyak alibi deh ya sekarang aku mau nulis tentang resep masakan. Bukan, aku bukannya udah mahir masak mau posting masakan, justru karena aku masih belajar masak dan selalu ketagihan dengan yang namanya masak apalagi dengan bereksperimen hal-hal baru jadinya sayang kalau ga didokumentasikan, hihi. Resep yang pertama adalah racikan nanas :D
Cerita dulu ya, waktu itu aku pulang dari kosan temen terus lewat tukang nanas, itu lho yang berjajaran didepan kampun UPI kalau yang sering lewat pasti tahu. Nah aku jadi kepikiran kayaknya seger deh bikin masakan, akhirnya aku beli nanas itu sama sayuran lainnya untuk buat capcay ala-ala, hehe. Berikut bahan-bahan yang dibutuhkan:
  • 3 buah wortel segar dipotong dadu
  • 2 buah kentang dipotong dadu
  • sepotong nanas segar dipotong dadu
  • Kembang kol kurang lebih sebesar genggaman tangan.
  • 2 siung bawang putih
  • 1/2 buah bawang bombay
  • 1 batang daun bawang
  • 1/2 buah tomat besar (kalau tomatnya kecil, 1 buah aja ga apa-apa biar segar)
  • Garam secukupnya
  • Gula pasir secukupnya
  • Penyedap rasa
  • Minyak goreng secukupnya
Untuk menambah protein hewaninya, boleh pakai baso, sosis, dan sebagainya atau kalau mau sayuran semua juga boleh lebih bervariasi, misalnya ditambah dengan brokoli, jagung, dan sebagainya.

Cara membuat:
  • Setelah dicuci bersih, potong dadu semua sayuran dan nanasnya kecil-kecil.
  • Iris tipis bawang-bawangnya.
  • Nah untuk tomat, saya coba dengan mengiris tomat dengan membaginya jadi kurang lebih 5 bagian, pisahkan biji dan buahnya. Buahnya dipotong dadu kecil-kecil.
  • Panaskan minyak.
  • Masukkan bawang putih dan bawang bombay. Aduk rata. Lalu biji tomat, aduk rata.
  • Setelah wangi bawangnya tercium, masukkan garam, gula pasir, penyedap, aduk rata.
  • Masukkan wortel, aduk rata.
  • Masukkan kentang dan kembang kol, aduk rata. Tunggu sampai keduanya agak layu.
  • Masukkan daun bawang dan nanas, aduk rata.
  • Terakhir masukkan tomat. Tomat dimasukkan di akhir agar masih terasa segar dan tidak lembek.
  • Angkat, sajikan. Mudah kan? :) Nah kalau mau pakai sosis, baso, dan sebagainya, masukkan sebelum sayurannya.
 this is it capcay nanas ala chef v3, hihihi.

Oh iya, aku masak resep ini sore menjelang magrib. Paginya masih ada sisa, sebagai anak kosan yang sering makan alakadarnya, aku kepikiran sisa masakan itu dibikin bumbu spageti. Ini nih caranya, sederhana banget. Aku pakai bahan-bahan yang ada di kosn aja, males belanja-belanja dulu karena mau keluar pagi. Bahan-bahanya yaitu:
  • 1 butur telur
  • Saus tomat.
  • Air panas.
  • Garam.
  • Gula pasir.
  • Penyedap rasa.
  • Margarin.
Caranya:
  • Panaskan margarin.
  • Masukkan sayuran yang tadi (aku rasa jarak dari magrib sampai jam 7 pagi sayuran ini masih bisa dimakan, tidak basi, hehe).
  • Masukkan telur, aduk rata.
  • Masukkan saus tomat, air panas, dan bahan-bahan lainnya.
  • Aduk rata, selesai.
saus telur nanas by me (yang terlalu kental, hihihi. maklum pertama kali *ngeles*)
  
Bumbu ini bisa disajikan dengan spagetti. Spagetinya bisa dimasak pakai magic com lho. Caranya panaskan air. Masak pakai magic com harus bersabar karena membutuhkan waktu yang cukup lama. Jadi, sebaiknya masak spageti di magic com bisa sambil bikin saus spagetinya. Setelah airnya panas, masukkan spageti secara perlahan. Kalau pakai majic com ukuran kecil, spagetinya tidak usah dipotong tapi tunggu aja sebentar sampai setengahnya lembek, abis itu, masukiin deh setengahnya lagi tanpa harus memotongnya. Oh iya, kalau suka pedas, bisa ditambahkan saus pedas atau potongan cabe rawit ya. Nah kalau spageti sudah masak, sajikan dengan saus spageti tadi. Selamat mencoba ;)
Note: sebagai anak kosan yang hidupnya harus pinter-pinter ngatur uang, harus hemat juga tapi ga harus selalu makan mie instan lho ya. Bahan-bahan di atas ga lebih dari 10 ribu lho harganya, hihi. Dengan uang kurang dari 10 ribu bisa makan sampe 2 kali, hihihi. Bahagia itu sederhana ya, hehe. (Tapi telur, spageti, saus tomat, dan bumbu-bumbunya udah tersedia ya, jadi memanfaatkan yang ada aja).

 
*dibuang sayang :p

Monday, December 8, 2014

Nasi Liwet ala Anak Kos

Beberapa minggu yang lalu, aku dan teman-temanku masak-masak di kosan salah satu temanku setelah jam kuliah selesai. Kita memasak nasi liwet beserta teman-temannya (red: idamnya, lauknya). Tidak seperti yang aku kira, ternyata membuat nasi liwet yang enak itu cukup sederhana lho. Setelah itu, aku jadi sering membuatnya di kosan saat merasa bosan dengan menu makan yang biasa aku makan sehari-hari. Here I will tell the ingredients:
  1. Beras yang sudah dicuci bersih sesuai keperluan
  2. 3 buah daun salam
  3. 2 batang daun sirih, geprek agar aromanya keluar
  4. 2 batang daun bawang
  5. 3 siung bawang merah
  6. 3 suing bawang putih
  7. Garam secukupnya
  8. Penyedap rasa secukupnya
  9. 2 sendok makan margarin/minyak goreng
  10. Cabe rawit sesuai selera
  11. Air secukupnya
Cara membuat:
  1. Cuci bersih beras dan bahan-bahan yang lainnya
  2. Masukkan beras dan air ke dalam majic com, airnya kurang lebih satu telunjuk di atas beras, lalu masukka bahan-bahan yang lainnya, aduk agar bumbunya merata
  3. Masak, tunggu kurang lebih 20 menit
  4. Nasi liwet siap disajikan, selamat makan :D
Nasi liwet ini merupakan makanan khas Sunda yang biasanya cocok disajikan dengan ikan asin, tumis kangkung, sambal, dan kerupuk. Selamat mencoba :D
Dibuang sayang, foto-foto nasi liwet yang kita buat..hehe
 
lauk pauk saat kita membuat nasi liwet pertama (ups, ada ulen, itu mah buat cemilan ya, hihi)
 
 bahan-bahan yang pertama kali aku beli untuk membuat nasi liwet di kosan sendiri (maaf telurnya ikut juga, biasa, telur ini aku beli untuk teman makan mie :D)
 
bahan-bahan membuat nasi liwet di kosan sendiri for the first time
 
Taraa nasi liwet buatan aku, hihihi
 

Friday, August 29, 2014

Pra Perkuliahan (Part 2)

Hari ketiga pra perkuliahan dilakukan terpisah oleh masing-masing program studi. Untuk prodi PKn bertempat di auditorium FPIPS yang diawali dengan materi dari Ketua Jurusan mengenai strategi membaca, pemaparan profil PKn oleh Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan. Pada saat pemaparan profil PKn digabung dengan mahasiswa baru dari s1. Setelah istirahat, jam 1 dilanjutkan materi mengenai budaya membaca dan menulis. Pada sesi ini, kita dibagi menjadi dua kelompok sesuai kelas. Kelas A di ruang pertemuan lantai 4 dan kelas B di lantai 3 dengan fasilitas yang sangat memadai. Adapun yang membuatku “mikir” lagi saat itu dengan pertanyaan yang diajukan dosen “berapa buku yang telah Anda baca selama seminggu atau satu bulan?”. Aku memang jarang sekali baca buku, dari dulu sudah diniatkan akan menyisihkan uang untuk membeli buku setiap bulannya namun sampai sekarang belum tercapai juga. Satu buku pun sepertinya tidak aku selesaikan dalam beberapa bulan bahkan satu tahun. Jangankan buku di luar perkuliahan, buku perkuliahan pun aku hanya membacanya yang aku pikir diperlukan saja. Kalau novel-novel, aku kalah sama mamah yang lebih banyak tahu tentang novel-novel yang bagus. Untuk saat ini, aku akan membaca sebuah buku jika mamah mengabariku bahwa buku tersebut bagus untuk dibaca baru aku akan membacanya.  Sungguh, membaca buku belum menjadi budaya bagiku, tapi “lets gone be by gone”, yang lalu biarlah berlalu, mudah-mudahan ini bisa jadi pelajaran juga buat aku pribadi.
Masih di tempat yang sama, hari keempat pra perkuliahan membahas tentang strategi menulis teks akademik dan analisis artikel jurnal. Dari pembahasan tersebut, aku jadi sadar bahwa menulis itu merupakan keterampilan yang akan bisa dicapai jika terus dilatih. Artinya jangan takut salah untuk terus mencoba menulis, sangat wajar jika tulisan pertama kita masih salah. Pun sama seperti yang pernah menulis tapi sudah sangat lama tidak menulis, mungkin akan terasa canggung kembali. Tapi aku yakin, dengan terus berlatih, keterampilan menulis akan semakin baik. Selain itu, masih banyak lagi langkah-langkah yang dapat kita lakukan untuk menulis khususnya menulis teks akademik. Dalam pembahasan analisis artikel jurnal, aku dapat banyak informasi baru tentang cara membuat artikel jurnal, cara mengajukan artikel jurnal ke jurnal nasional maupun internasional. Di akhir pembahasan, kita langsung ditugaskan untuk menganalisis beberapa artikel jurnal nasional dan internasional yang berkaitan dengan PKn dalam sebuah tulisan. Tulisan tersebut ditulis tangan dalam kertas polio minimal dua halaman dalam waktu sekitar dua jam.
*lagi pusing-pusing nganalisis jurnal, foto dulu :D

Setelah menulis selesai dan istirahat sejenak, sekitar jam 4 sore dilanjut dengan evaluasi dan penutupan. Evaluasi dan penutupan ini seharusnya dilaksanakan pada hari kelima, yaitu pada hari Jumat, namun karena prodi akan mengadakan sidang sarjana, jadi dipajukan sore itu. Evaluasi dari pra perkuliahan ini seperti ujian pada umunya, satu lembar kertas soal yang terdiri dari lima soal dan satu lembar lagi kertas polio untuk jawaban. Soal-soal tersebut merupakan materi yang telah disampaikan selam pra perkuliahan. Selanjutnya penutupan langsung oleh Ketua Jurusan.
Alhamdulillah pra perkuliahan selesai, Senin depan sudah mulai kuliah. Semangat ;)

Pra Perkuliahan (Part 1)

Hari pertama pra perkuliahan ada kuliah umum dan pemaparan seputar SPs UPI yang bertempat di Gedung Ahmad Sanusi UPI atau dulunya bernama Balai Pertemuan Umum (BPU) UPI. Dimulai dari jam 8 pagi sampai sekitar jam 3 sore. Awalnya aku benar-benar tidak tahu apa saja agenda selama pra perkuliahan ini. Namun yang aku pikir pra perkuliahan ini tidak akan mungkin sama dengan mahasiswa baru jenjang s1 yang menggunakan berbagai atribut yang ditentukan oleh panitia. Di hari pertama ini, aku pergi bersama teman sekelasku saat kita kuliah s1 dulu yang sekarang sama-sama melanjutkan pendidikan masih di kampus ini. Sambil mengikuti rangkaian acara dengan tiga sesi, aku pun banyak bertemu dengan teman baru, berkenalan sambil sesekali bertukar informasi mengenai pra perkuliahan. Ternyata jadwal pra perkuliahan dan jadwal kuliah sudah ada di websitenya SPs, kita bisa langsung men-download-nya. Sekitar jam 9, ada kuliah umum dari Sekjen Kemdikbud, dilanjut pemaparan perkuliahan di SPs dan jam 1 pemaparan mengenai disiplin mahasiswa yang kurang lebih menjelaskan peraturan di kampus.
Pada saat sesi tanya jawab dalam kuliah umum, yang paling menarik menurut aku yaitu membahas tentang kurikulum 2013 dan kabar tentang kuliah s2 yang diperpanjang menjadi empat tahun. Beliau menegaskan bahwa waktu kuliah s2 tidak mungkin akan menjadi empat tahun, bahkan di kampus-kampus di dunia pun tidak ada perkuliahan s2 yang diselesaikan dalam waktu empat tahun, yang ada hanya jumlah SKS nya yang ditambahkan, sehingga dalam setiap semester, SKS nya dipadatkan. Peraturan ini baru disahkan bulan Juni lalu dan baru akan dilaksanakan tahun ajaran baru 2015/2016. Dalam peraturan tersebut kurang lebih menyatakan jumlah SKS yang harus ditempuh dalam jenjang pendidikan s2 ditambah menjadi sebanyak 72 SKS dari yang biasanya sekitar 48-54 SKS, sehingga kabar yang beredar adalah waktu untuk menyelesaikan pendidikan s2 diperpanjang menjadi empat tahun.
Ada pun informasi yang membuat kita “mikir” saat pemaparan seputar SPs UPI yaitu tentang “Hari Sakaratul Maut” (HSM) bagi mahasiswa angkatan 2014 ini. HSM berarti hari maksimal kita harus sudah menyelesaikan kuliah alias harus sudah lulus. Seperti yang telah kita ketahui, untuk jenjang s2 maksimal waktu tempuh kuliah itu tiga tahun. Jika lebih dari tiga tahun, maka mahasiswa yang bersangkutan dianggap drop out (DO) dan apabila ingin melanjutkan, tidak bisa masuk kembalai kepada program studi asal, tetapi harus memilih program studi yang lain. Misalnya tahun sekarang masuk program studi PKn, namun tiga tahun berikutnya belum dapat menyelesaikan kuliah karena berbagai kendala, maka dengan terpaksa harus DO meskipun sedang menyusun tesis. Jika ingin masuk kembali ke SPs, tidak bisa kembali ke prodi PKn namun harus masuk atau memilih prodi lain selain dari PKn. Begitupun dengan mahasiswa s3 yang harus dapat menyelesaikan kuliahnya maksimal empat tahun. Jika tidak, maka harus DO juga. HSM bagi mahasiswa baru s2 itu jatuh pada tanggal 31 Agustus 2017 dan bagi mahasiswa baru s3 yaitu 1 tahun setelahnya. Mudah-mudahan kita bisa menyelesaikan kuliah ini tepat waktu, aamiin yra.
Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah kemampuan Bahasa Inggris. Pada saat tes masuk SPs, soal yang diujikan adalah soal Bahasa Inggris dan Tes Potensi Akademik. Untuk mahasiswa yang kemampuan Bahasa Inggrisnya sudah memenuhi syarat, maka ia akan menerima surat dari SPs. Namun bagi mahasiswa yang tidak menerimanya, maka ia harus mengikuti tes TOEFL atau setara TOEFL dengan skor minimal 450 bagi mahasiswa s2. Bukti mengikuti tes TOEFL ini harus dikumpulkan maksimal pada semester satu. Bagi teman-teman yang masih duduk di bangku s1, lebih baik pelajari Bahasa Inggris dari sekarang karena kemampuan bahasa asing kita akan terus bermanfaat bagi kita kedepannya, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun untuk kebutuhan bekerja nanti. Terlebih untuk persyaratan beasiswa s2 dalam dan luar negeri biasanya selalu dibutuhkan bukti tes TOEFL atau setara dengan skor minimal 500 untuk dalam negeri dan 550 untuk beasiswa ke luar negeri. Tetapi untuk siapapun tidak ada kata terlambat untuk terus mempelajari bahasa asing. Seperti aku yang masih sangat jauh dari rata-rata, masih harus terus mempelajarai bahasa asing. Untuk mengajukan beasiswa pun, skor TOEFL aku belum memenuhi syarat, sehingga aku harus terus belajar. Selain untuk tuntutan akademik, masih banyak manfaat lain dari memiliki kemampuan bahasa asing.
Di hari kedua pra perkuliahan, jam 7 pagi penerimaan mahasiswa baru oleh rektor UPI dan kuliah umum di gymnasium bersama-sama dengan mahasiswa baru jenjang s1. Pada sesi ini, aku jadi teringat empat tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2010 aku pun merasakan hal yang sama sebagai mahasiswa baru jenjang s1, mengikuti masa orientasi kampus dan kuliah umum UPI (MOKA-KU UPI), mengenakan pakaian putih hitam dengan berbagai atribut warna-warni yang ditentukan oleh panitia tanpa rasa malu sedikit pun. Saat itu bertepatan dengan bulan Ramadhan, aku berangkat dari tempat kos sekitar jam 5 selepas sahur langsung mandi dan siap-siap mengikuti rangkaian acara MOKA-KU UPI. Ya, saat langit masih gelap aku harus segera sampai di gymnasium karena takut terlambat. Berbagai rangkaian acara aku ikuti selama empat hari, memang sangat cape namun banyak juga hal positif yang aku dapat sebagai mahasiswa baru di kampus ini. Jika aku ingat kejadian itu sekarang, jadi ingin senyum-senyum sendiri, rasanya sangat lucu, konyol, polos, ah meskipun begitu tetaplah menjadi unforgettable moment, hihihi. Pada tahun ini, ada sesuatu yang baru bagiku saat sesi penerimaan mahasiswa baru yaitu adanya janji mahasiswa tentang anti plagiat, anti perpeloncoan, dan anti mencontek. Perwakilan dari setiap fakultas dan perwakilan dari kampus daerah masing-masing dua orang maju ke depan untuk membacakannya dan diikuti oleh seluruh mahasiswa baru. Entah dari tahun kemarin atau tahun ini mulai ada janji tersebut, yang jelas adanya janji mahasiswa itu untuk kebaikan mahasiswa sendiri, dosen, lembaga, dan yang lainnya.
 *kurang jelas ya? maklum, diambil dari lt.3, pake kamera hp lagi :D
Jam 10 di hari kedua ini, dilanjut dengan materi tentang plagiarism di BPU dan pemaparan tentang Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) pada jam 1nya setelah istirahat. FKM ini merupakan suatu organisasi di SPs UPI yang menaungi berbagai kegiatan di luar perkuliahan dengan berbagai bidang/departemen. Mungkin tidak jauh berbeda dengan BEM untuk mahasiswa s1. Melihat berbagai kegiatan yang ditayangkan membuatku ingin mengikutinya, ingin mencari pengalaman dari FKM ini.
 --Bersambung...

Monday, July 14, 2014

Persiapan Ujian Sidang Sarjanaku

Ujian sidang skripsi merupakan ujian terakhir selama kuliah pada jenjang s1. Perjuangan kita selama menyusun skripsi yang telah menghabiskan segala energi ini akan diuji selama beberapa jam. Dalam ketentuan di jurusan aku, untuk mengikuti sidang sarjana minimal sebanyak 20 orang peserta. Jika belum mencapai 20 orang, maka harus menunggu yang lain. Pada saat itu, target aku wisuda bulan April, sehingga harus selesai ujian sidang maksimal bulan Februari, namun sampai Februari akhir belum sampai 20 orang juga. Dengan berbagai kendala yang ada, akhirnya aku bisa ujian sidang pada awal bulan April yaitu tanggal 8 April 2014 dengan peserta sidang sebanyak 32 orang. Oleh karena itu, aku tidak bisa mengikuti wisuda pada gelombang pertama di bulan April. Kecewa pasti ada, tapi aku yakin ini sudah jalannya, ini sudah yang terbaik dan ternyata memang benar. Salah satu hikmahnya bulan April kemarin orang tuaku sedang sangat sibuk dalam pekerjaanya. Jika aku wisuda pada gelombang pertama, mungkin orang tuaku tidak bisa datang. Ah, apalah artinya wisuda kalau orang tua sendiri tidak bisa hadir, hehehe.
Setelah acc skripsi dari bab I-V, masih banyak yang harus dikerjakan sebelum skripsinya dijilid. Mulai dari penyusunan daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, lembar pengesahan, kata pengantar, ucapan terima kasih, pernyataan, lampiran, sampai abstrak dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Lampiran pun tidak sedikit, mulai dari instrumen penelitian, hasil perhitungan (jika penelitian kuantitatif), hasil wawancara, hasil observasi, dokumentasi, absensi siswa+RPP (jika penelitian tentang pembelajaran di kelas), surat-surat izin penelitian (dari jurusan, fakultas, universitas, sekolah, dinas, atau pun lembaga-lembaga yang bersangkutan), Surat Keputusan pembimbing dan penguji, daftar ceklis pustaka, daftar pustaka, sampai riwayat hidup. Namun semua ini bisa dikerjakan sambil menunggu hasil bimbingan skripsi agar tidak terlalu berat di akhir.
Adapun beberapa persyaratan yang harus disiapkan untuk mengikuti ujian sidang sarjana di jurusan PKn FPIPS UPI, mulai dari 10 buah pas foto hitam putih (untuk perempuan harus memakai kebaya), surat bebas perpustakaan, surat bebas iuran kemahasiswaan (IUK), transkip nilai yang telah diperiksa dan disetujui oleh dosen pembimbing akademik, lembar pengesahan skripsi dari pembimbing, bukti mengikuti tes TOEFL di Balai Bahasa UPI, bukti pembayaran SPP, bukti pembayaran wisuda di fakultas, artikel antologi (hard copy+soft file yang sudah diburning ke CD) sampai surat permohonan ujian sidang untuk ketua jurusan. Untuk tes TOEFL di Balai Bahasa UPI, selalu dilaksanakan setiap minggunya dan langsung dapat mengambil sertifikatnya beberapa hari setelah tes dilaksanakan. Biaya tes TOEFL (disana tes PTESOL yang setara dengan TOEFL) pada saat itu Rp 50.000 untuk mahasiswa dengan menunjukkan foto copy KTM dan Rp 75.000 untuk umum. Untuk surat bebas IUK, kita dapat mengambilnya di sekre BEM REMA UPI di PKM lantai 1 sebelah kanan. Kita dapat menanyakan kesana apakah sudah bayar atau belum, setiap tahunnya IUK ini sebesar Rp 17.000. Jika belum, kita dapat langsung bayar saat itu juga dan langsung dapat suratnya. Untuk surat bebas perpustakaan, kita datang ke perpustakaan dengan menunjukkan KTM dan meminta surat untuk ujian sidang, lalu kita menulis identitas di buku yang disediakan dan petugasnya akan memeriksa KTM kita, mengeceknya apakah masih ada buku yang dipinjam atau tidak. Setelah itu, saat itu juga kita langsung mendapat surat bebas perpustakaan untuk syarat sidang dan KTM kita secara  otomatis tidak dapat digunakan lagi untuk meminjam buku disana maupun mendeteksi kita saat masuk kesana.
Untuk lembar pengesahan skripsi dari pembimbing, minimal kita harus menyediakan sebanyak tujuh lembar yaitu lima lembar untuk skripsi yang akan dijilid dan dua lembar untuk dikumpulkan bersama dengan syarat yang lainnya kepada bagian administrasi di jurusan. Tanda tangan pembimbing harus menggunakan pulpen berwana biru sebagai bukti tanda tangan tersebut asli. Pembayaran wisuda dilakukan di fakultas lantai 1 di ruangan depan bagian akademik dengan mengisi identitas di komputer yang telah disediakan. Setelah itu, kita bisa meminta transkip sementara di fakultas. Adapun transkip sementara dari jurusan yang kita isi sendiri secara manual dan dicek bersama dosen pembimbing akademik berdasarkan transkip sementara dari fakultas. Bukti pembayaran wisuda jangan sampai hilang karena pada sehari sebelum wisuda, untuk mengambil toga kita harus menunjukkan bukti tersebut.
Skripsi untuk ujian sidang, kita menyiapkan lima skripsi yang telah di-soft cover berwarna merah. Skripsi tersebut kita serahkan kepada dua pembimbing dan tiga penguji setelah SK penguji turun beserta surat pengantar dari jurusan. SK penguji tidak akan disahkan apabila peserta sidang belum memenuhi syarat, sehingga beberapa minggu sebelumnya kita mengadakan kumpulan bersama sekretaris jurusan untuk mengetahui seputar administrasi dan teknis sidang.
*5 skripsi untuk sidang, cukup di-soft cover

Empat hari sebelum hari H ujian sidang, SK penguji diumumkan. Saat yang cukup mendebarkan, namun percayalah, setiap penguji memang mempunyai karakter masing-masing, yang terpenting adalah persiapkan ujian sidang semaksimal mungkin. insyaAllah apapun pertanyaan yang diajukan penguji, bisa kita jawab. Toh kita sendiri yang menyusun skripsinya, revisi berkali-kali, pastinya secara tidak langsung juga dibaca berulang-ulang, hehe. Selain berusaha mempersiapkan segalanya, jangan lupa berdoa kepada Allah, Dia lah yang mengatur segalanya, jangan lupa juga minta doa pada orang tua, doa orang tua itu selalu ada untuk anaknya.
Selamat berjuang, sukses selalu untuk kita semua. Aamiin yra :)

 *alhamdulillah "mereka" sangat mengerti aku, tetep sholeh meski dipake terus-terusan, hihihi.

*penyusunan draft butuh ketelitian, cek lagi sampai susunannya benar

*kertas yang ada lambang UPI nya ini sebagai pembatas antar bab