Showing posts with label Kata hati. Show all posts
Showing posts with label Kata hati. Show all posts

Sunday, February 10, 2013

Hidup=belajar

source: google.com
Kepercayaan itu benar-benar harus dijaga karena bukan hal yang mudah untuk mempercayai seseorang. Apalagi jika dia sering mengkhianatinya. Terkadang hal ini terjadi karena salah faham yang bermula dari komunikasi yang kurang optimal atau mungkin belum memahami karakter orang lain. Dalam sebuah hubungan, baik itu keluarga, persahabatan maupun yang lainnya, memahami karakter satu sama lain itu juga sangat penting. Karena jika hal ini tidak terjadi bisa mengakibatkan kesalahfahaman. Memahami orang lain memang bukan hal yang mudah namun tidak ada salahnya kita untuk terus mencobanya. Karena manusia itu tidak ada yang sempurna, pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya. Hal yang bisa kita lakukan yaitu mencoba memberikan hal yang terbaik kepada orang lain, karena apa yang orang lain lakukan kepada kita tidak akan jauh berbeda dengan apa yang kita lakukan kepada orang lain. Sehingga cobalah melihat seseorang dari berbagai sisi. Hidup ini penuh dengan pembelajaran. Belajar dan terus belajar. Belajar bersabar, belajar memahami, belajar bertahan, belajar bertanggung jawab, belajar mengenal, dan sebagainya. Percayalah, segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Jika tidak sekarang terasanya, mungkin di lain waktu manfaat itu akan terasa :)
Wallahu'alam...

Sunday, November 11, 2012

One heart

source: google.co.id
Tekanan bathin antara ibu dan anak itu sangat kuat. Terkadang pas aku lagi pengen sesuatu tanpa sepengetahuan mamah tiba-tiba mamah ngasih apa yang aku mau itu. Kalo kata Syahrini tuh "cetar membahana badai", lebih dari sesuatu deh,hihi :D Trus kalo aku mau sms mamah, belum dikirim tuh smsnya, eh mamah juga sms aku. Kalo ga, smsnya pasalingsingan. Maksudnya aku ngirim sms, mamah juga ngrim sms dan smsnya tuh nyambung gitu. Pernah juga pas aku mau nelpon mamah, mamah juga nelpon aku lah, jadi aja nomornya sibuk, daaan masih banyak lagi :D
Subhanallah..Maha Suci Allah yang menciptakan hati ini. Hati yang memiliki ikatan sangat kuat antara ibu dan anak.

Monday, November 5, 2012

You are my everything,mom..

source : tumblr.com
Ibu..
Saat aku masih dalam kandungan, kau lindungi aku dengan penuh hati-hati
kau jaga makananmu agar aku tetap sehat
Saat aku bayi, dengan penuh kesabaran kau mengajarkanku
kau didik aku dengan penuh kasih sayang
kau penuhi apa yang aku mau
Jika malam tiba, kau rela menahan rasa kantuk demi menemaniku
Saat ku duduk di bangku sekolah, kau bimbing aku sampai aku memahaminya
Sampai sekarang pun kasih sayangmu, pengertianmu, perhatianmu, masih ku rasakan
Semua yang kau berikan itu setulus hati
Kau rela meninggalkan pekerjaanmu untuk menjagaku saat aku sakit
Kau selalu memberikan yang terbaik untukku
Kau mengajarkanku arti kehidupan ini
Kini aku sadar, apapun yang kau lakukan adalah contoh yang baik buat aku sekarang dan di masa yang akan datang
Apapun yang kau katakan itu penuh makna
Kelak aku ingin sepertimu,ibu..
Kau mampu mengatur waktu antara pekerjaan dan keluarga
Kau menyayangi dan disayangi semua orang disekelilingmu
You are my everything,mom..
I love you so much..
I wish Allah will unite us in His heaven, aamiin :')

Friday, October 19, 2012

Jadikanlah kami meridhoinya

"ketika salah satu anggota keluarga kita ada yang pergi untuk kembali kepada-Nya, saat itu pula anggota keluarga yang lain harus bersiap untuk menyusulnya", kurang lebih seperti itulah sepenggal taushiyah yang disampaikan salah satu ustadz malam itu, malam pertama tanpa kehadiran kakek tercinta.
Seorang lelaki luar biasa yang selalu setia terhadap istrinya, perhatian terhadap anak cucunya, kini telah pergi untuk kembali kepada-Nya. Tak ada yang mengira beliau akan pergi secepat itu. Perkataannya penuh dengan nasehat yang baru aku sadari akhir-akhir ini. Sejak kecil, aku sangat dekat dengannya. Rumah kami berdekatan, kalau ga aku yang datang ke rumahnya, nenek sama kakek yang sering datang juga ke rumahku.
Sosok yang optimis ini sering mengingatkan nilai-nilai agama dalam tiap kesempatannya. Aku juga sangat ingat kakek sering menceritakan kisah-kisah yang ada dalam Al Quran. Beliau tak pernah takut untuk mencoba sesuatu juga tak langsung percaya sama orang lain sebelum beliau membuktikannya.
Tak hanya keluarga yang merasa kehilangan, saudara, kerabat, teman, dan masyarakat sekitar pun merasakan hal yang sama. Karena beliau senang menolong orang lain yang membutuhkan bantuannya.
Ya Allah...terimalah semua amal ibadahnya, iman dan islamnya,
Ya Allah...tempatkanlah ia disisi-Mu, di syurga-Mu,
Ya Allah...pertemukanlah kami di syurga-Mu,
Ya Allah...berilah kesabaran, ketabahan, dan kekuatan kepada keluarga kami,
jadikanlah kami meridhoinya dan menjadikannya pengingat bagi kami untuk mempersiapkan waktu itu, karena tak ada seorang pun yang mengetahui kapan waktu itu akan tiba.
aamiin Ya Rabb... 

Sunday, September 30, 2012

Positive Thinking

source : google
Nilai-nilai kehidupan itu bisa diambil dari apapun, siapa pun, kapan pun, dan dimana pun. Hidup ini akan terasa lebih indah jika kita menikmatinya. Suka duka telah menjadi pasangannya, itulah dinamika kehidupan. Tak selamanya hidup ini penuh dengan kebahagiaan maupun sebaliknya. Terkadang kita terlalu sibuk dengan pikiran negatif yang belum tentu sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Cobalah untuk berfikir positif. Kita tidak akan dikejar-kejar dengan banyaknya kekhawatiran, ketakutan, ketidakberanian, maupun yang lainnya.
You can if you think you can. Kamu bisa jika kamu berfikir kamu itu bisa. Slogan yang sering ke dengar saat tinggal di AIBS beberapa tahun yang lalu dan aku sangat setuju dengan slogan itu. Entah siapa yang menciptakannya namun slogan tersebut telah memotivasi banyak orang. Sebelum mendapatkan kesuksesannya, orang sukses memiliki keyakinan kuat untuk menjadi orang sukses yang diinginkan dan diharapkan. Apapun rintangannya, hadapilah. Terselip banyak hikmah dibalik semua itu.
Selamat menikmati indahnya hidup ini :)
Tetap semangat untuk menggapai masa depan yang cerah :)

Saturday, September 29, 2012

Man jadda wajada (part 2)

 source : google
Ketika semangat itu semakin menurun, semua aktivitas terasa sangat membosankan dan menjenuhkan. Bukan hal yang mudah untuk kembali seperti pertama kali menginjakkan kaki disini. Namun kenyataannya semakin hari semakin banyak yang harus ku lakukan. Satu persatu mulai bermunculan. Mulai memanggil-manggil untuk segera diselesaikan. Seiring dengan banyaknya tugas tersebut, godaan yang datang pun tak sedikit. Mungkin hal ini tak hanya aku yang merasakannya. Banyak yang mengatakan bahwa aku ini sedang merasakan titik kejenuhan, butuh motivasi yang membangkitkan kembali semangat itu, butuh hiburan untuk menyegarkan mesin-mesin dalam tubuh ini.
Ku tak ingin hal ini terus menerus terjadi pada diriku. Ku tak ingin terlalu mengikuti egoku. Ku renungkan. Ku teringat bahwa Allah tak mungkin memberikan cobaan di luar kemampuan hambaNya. Ya, aku kembali mengingat pesan ibuku itu. Ibuku juga selalu menyemangatiku dengan kalimat “man jadda wajada”. Mantra sakti yang luar biasa, yang memiliki arti “barang siapa yang bersungguh-sungguh maka dapatlah ia”. Jadi, janganlah aku ini terus menerus dalam keadaan “down” ini. Memang wajar namun sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memanjakan dirimu dengan melakukan hobimu yang mungkin selama ini telah lama kau tinggalkan karena belum sempat. Selain itu juga kita bisa share kepada orang-orang terdekat, mungkin mereka akan mengingatkanmu untuk kembali seperti sedia kala.
Yuk ah semangat lagi :) Hiburan itu perlu, tapi tidak terlalu banyak juga, harus seimbang. Pasti bisa :)

Wednesday, September 26, 2012

Ia Mengajariku

Ia mengajariku untuk menyadari betapa susahnya mencari uang
Ia mengajariku betapa berharganya secuil makanan itu
Ia mengajariku betapa perihnya hidup ini
Ia mengajariku untuk dapat menghargai waktu yang tak mungkin berputar kembali
Ia mengajariku bahwa hidup ini tak selamanya berada diatas maupun sebaliknya
*belajar mengambil hikmah dari setiap kejadian, kapan pun, dimana pun*

Friday, July 6, 2012

Kunci Hidup Bahagia

 sumber gambar : google
Terkadang kita lupa untuk selalu bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan. Dari mulai kita bangun tidur sampai tidur lagi pun tak terhingga nikmat yang kita terima. Kita bisa beraktivitas seperti makan, minum, bangun, berdiri, dan bernafas sekalipun yang oksigennya kita hirup itu semuanya gratis. Tak jarang kita mengeluh jika kenyataan tak sesuai dengan harapan padahal apa yang menurut kita baik itu belum tentu baik menurut Allah.
Taukah kamu apa kunci hidup bahagia? Bersyukur. Ya, bersyukur. Jika  hidup ini dihadapi dengan penuh rasa syukur, maka kamu akan bahagia. Coba jangan terus-terusan liat ke atas, liatlah ke bawah, belum tentu apa yang kamu dapat itu didapat juga oleh orang lain. Benar kan?setuju tidak?:)
Oh iya, coba ambil hikmah dari semua yang kita hadapi. Ikhlaskan. Indah banget rasanya. Hati ini tenang :)
Yuk kita fahami Firman Allah spesial untuk kita, yang artinya :
"Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya". (QS Al Qashash:73)
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur". (QS An Nahl:78)
"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS Ibrahim:7)
Subhanallah ya, dalam Al Qur'an pun banyak dibahas tentang bersyukur, dan memang ada perintahnya. 3 ayat diatas hanya sebagian saja, masih banyak ayat lain yang membahas tentang bersyukur.
Wallahu'alam...

 

Monday, April 23, 2012

Ayah


Ayah...
Kau adalah laki-laki yang bersahaja
Selalu tegar dalam menghadapi semua cobaan
Penuh tanggung jawab terhadap keluarga
Kasih sayangmu tiada terkira
Tak pernah mengeluh walaupun ragamu lelah
Tak banyak berkata namun tindakanmu yang membuatku mengerti
Semoga Allah selalu melindungimu, Ayah…
Dan kebaikanmu dibalas oleh Allah, aamiin..

Saturday, April 14, 2012

For My Beloved

Ya Allah, aku begitu kecil di hadapanMu
aku lemah tanpa pertolonganMu
Ya Allah, jagalah orang tuaku disaat penjagaanku tak sampai padanya
sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku dari kecil
ampunilah dosa-deosa mereka
mudahkanlah urusannya
mudahkanlah rizkinya
lindungilah mereka dimana pun mereka berada
berilah mereka ketabahan dan kesabaran saat mereka mendapat cobaan
berilah mereka kebahagiaan di dunia dan di akhirat
dan pertemukanlah kami di syurgaMu kelak
aamiin ya Rabbal'alamiin...

Friday, April 13, 2012

Laa Tahzan

Saat kenyataan tak sesuai dengan keinginan dan harapan, hati ini akan kecewa. Namun jika ikhlas menghadapinya, apa pun yang terjadi akan diterimanya dengan lapang dada. Yakinkan bahwa di balik semua yang kita hadapi terselip pelajaran dan hikmah yang dapat kita ambil. Senang maupun sedih, semuanya telah diatur oleh Sang Maha Pengatur. Manusia hanya bisa berdoa dan berencana, yang berhak menentukan hanya Allah semata. Karena baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah dan buruk menurut kita belum tentu buruk menurut Allah. Tapi segala sesuatu yang diberikan Allah adalah yang terbaik bagi kita.
Jika kita mendapat cobaan dariNya, berarti Allah sayang sama kita. Dia menguji sampai mana kesabaran yang kita miliki, sampai mana kekuatan imna kita. Akan ada rencana besar di balik semua itu.
Terkadang jika orang lain sedang sedih, kita bisa menasehatinya, mengingatkannya, bahkan menenangkannya, namun saat kita sedih, sulit untuk menasehati diri sendiri, semuanya hilang, butuh bantuan orang lain. Maka dari itu, manusia tidak bisa jidup sendiri, pasti membutuhkan bantuan orang lain untuk saling mengingatkan dalam arti tetap meminta pertolongan hanya pada Allah.
Terkadang pula kita sibuk dengan urusan dunis sampai lupa kewajiban kita untuk kehidupan kekal nanti di akhirat. Oleh karena itu pula kita butuh bantuan orang lain untuk mengingatkannya.
Yuk ah jangan terus-terusan sedih, kan Allah juga sudah bilang dalam Al Qur'an "LAA TAKHOF WA LAA TAHZAN INNALLAHA MA'ANA" yang artinya janganlah kamu takut dan bersedih karena Allah bersama kita.
Sedih itu manusiawi namun terus-terusan meratapi kesedihan itu tidak baik :)
Semangat, fitri.... ^^

Sunday, March 25, 2012

Arti Dukungan Orang Tua


Sebagai siswa kelas 3 SMA yang sibuk mencari informasi perguruan tinggi yang diinginkan, aku tak jarang menemui guru BK di sekolah selain mencari sendiri lewat internet. Perguruan tinggi yang ku inginkan adalah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) jurusan pendidikan fisika karena aku suka pelajaran fisika yang menurutku cukup menantang dan cita-citaku ingin menajdi seorang pendidik.  Dari jalur pertama, PMDK UPI saat itu aku ikuti. Aku siapkan semua persyaratan, aku kumpulkan kepada pihak sekolah yang selanjutnya akan dikirim samapi tujuan.
Satu bulan kemudian pengumuman PMDK tiba. Hasilnya tak ada namaku tercantum disana. Melihat beribu-ribu pendaftar, aku sadar kalau nilaiku pas-pasan. Namun tak cukup sampai disana. Aku iseng mencoba daftar ke UMY dengan mengambil jurusan farmasi melalui jalur PMDK juga tanpa sepengetahuan kedua orang tuaku namun ternyata aku lolos. Selain itu juga aku mencoba ikut tes beasiswa Depag (departemen agama) untuk perguruan tinggi di seluruh Indonesia dengan pilihanku tetap UPI dan tak lolos juga.
Jalur kedua setelah PMDK yaitu Ujian Masuk (UM) UPI. Aku pergi ke Bandung bersama kedua orang tuaku yang sangat mendukungku kuliah disana untuk melakukan pendaftaran sampai orang tuaku meninggalkan pekerjaannya dan adikku yang saat itu masih berumur dua tahun. Hari-hari sebelum tes UM UPI, aku disibukkan dengan persiapan amaliyah tadris sebagai salah satu syarat lulus di sekolahku sehingga aku kurang persiapan untuk tes UM tersebut. Namun saat tes itu telah ku lalui, dengan banyaknya dukungan dari orang-orang di sekitarku aku sangat yakin dengan jawaban-jawabanku dan yakin akan lolos pada jalur ini.
Suatu pagi, temanku memberitahuku bahwa pengumuman UM telah dibuka. Jantungku berdetak sangat kencang seperti telah melakukan olahraga. Aku berlari menuju komputer dan mencari namaku. Hasilnya tak ada namaku juga disana. Aku masih tak percaya dan terus mencari namaku sampai mengulang puluhan kali. Aku putus asa, hari itu tak ada sedikit pun semangat. Mataku bengkak karena air mata yang tak bisa aku tahan, aku sangat kecewa melihat pengumuman UM, terlebih melihat kegembiraan teman-temanku yang lolos.
Deretan ujian syarat lulus di sekolahku telah ku lewati sampai perpisahan sekolah namun aku masih belum dapat kepastian untuk kuliah dimana. Aku memang punya pegangan di UMY meskipun tak ada niat dari awal. Jalur terakhir masuk UPI, SNMPTN aku ikuti tanpa rasa optimis seperti waktu mengkuti UM karena tidak mau kecewa saat mengetahui kalau aku tak lolos lagi. Pilihan pertama tetap pendidikan fisika, kedua pendidikan bahasa Inggris, dan ketiga Pendidikan Kewarganegaraan. Lagi-lagi dengan dukungan dari orang tuaku dan orang-orang di sekitarku.
Entah kenapa saat tes SNMPTN itu berlangsung, aku lebih banyak mengisi soal-soal IPS padahal aku jurusan IPA saat aku SMA dan sebelum itu aku latihan soal-soal IPA saja, bukan IPS. Tapi mungkin itu perasaanku saja. Karena harapan itu tak terlalu ku yakini, aku manfaatkan kelulusanku ke UMY. Dua kali aku pergi ke Yogyakarta bersama kedua orang tuaku dengan mengendarai bis dari Tasik ke Yogyakarta yang perjalanannya mencapai delapan jam. Pertama untuk tes kesehatan dan kedua untuk daftar ulang. Aku sudah mempunyai KTM, jaster, sampai asrama untuk aku tinggal selayaknya orang yang benar-benar akan kuliah disana.
Pengumuman SNMPTN pun dibuka, aku langsung mengeceknya di internet bersama kedua orang tuaku. Ayahku yang mengetik nomor ujian SNMPTN-ku di komputer, aku yang menyebutkan, dan ibuku yang ikut memperhatikan layar komputer. Dengan mengklik tombol enter, namaku muncul dengan jurusan Pendidikan Kewarganegaraan. Alhamdulillah...inilah jawaban doaku dan orang tuaku selama ini. Meskipun bukan pilihan pertamaku, aku yakin inilah yang terbaik yang Allah berikan untukku dan mungkin inilah kemampuanku. Saat itu juga aku putuskan untuk melanjutkan pendidikanku di UPI :)
So, tetap semangat kuliahnya..jangan malas-malasan :)