Wednesday, January 13, 2016

Tumis Jamur Kancing

 
Tumis Jamur by me
 
Sebelum sering masak jamur kancing, aku lebih sering masak jamur tiram. Suatu hari aku teringat masakan mamah di rumah suka buat pepes jamur kancing pakai tahu pakai baso gitu, ditambah lagi temen pernah cerita dia bikin nasi jamur di majic com, jadinya aku ingin mencoba masak sendiri dan berujung ketagihan, hihi. Jamur kancing ini harganya lebih mahal daripada jamur tiram, tapi rasanya juga memang lebih enak si jamur kancing ini, hihihi harga memang tak pernah bohong ya J
Bahan-bahannya ga jauh beda sama tumisan biasa, yaitu:

  • 3 buah sosis kecil.
  • ¼ jamur kancing
  • 2 buah cabe hijau/cabe gendol
  • 1 buah cabe merah
  • 2 siung bawang putih
  • 2 batang daun bawang
  • 1 buah tomat
  • Garam secukupnya
  • Gula pasir secukupnya
  • Penyedap rasa
  • Minyak goreng secukupnya
Cara membuat:
  • Panaskan minyak goreng.
  • Tumis bawang putih sampai harum.
  • Masukkan cabe merah dan cabe hijau.
  • Masukkan biji tomat, aduk rata diikuti dengan garam, gula pasir, dan penyedap rasa.
  • Setelah bumbunya matang, masukkan sosis, aduk rata.
  • Masukkan jamur kancing, aduk rata.
  • Setelah jamur dan sosisnya matang, terakhir masukkan daun bawang dan tomat yang telah dipotong dadu kecil-kecil agar tomatnya tidak lembek dan masih terasa segar.
  • Aduk rata, sajikan selagi hangat.

  Jamur sama sosis jadi satu, why not :D

Note: untuk membuang biji cabe merah, caranya bagian atas cabai merah dipotong memanjang tanpa memotong bagian yang satunya mulai dari ujung atas dekat bekas tangkainya sampai ujung bawah cabe merah (aduh bahasany gimana ya? ya pokoknya ini untuk memudahkan membuah bijinya aja ya, hehe). Setelah itu buang deh bijinya. Nah kalo cabe hijau, sebelum membuang bijinya, kita harus iris dulu cabe hijaunya, bisa diiris menyerong atau bulat-bulat. Tapi biasanya untuk menumis, cabe hijaunya dipotong menyerong, sedangkan untuk membuat lodeh, dipotong bulat-bulat. Setelah diiris, cabe hijau dicuci bersih, biji-bijinya suka ikutan lepas. Kalau ingin cabe yang lebih pedas, bisa pakai cabe hijau yang bulat. apa ya namanya, bukan paprika, ini lebih kecil, dan pedasnya juara. Kalau bijinya dibuang aja masih pedas, apalagi kalau ga dibuang, duh. Tapi ini selera ku yang ga terlalu suka pedas, kalau bagi yang doyan pedas sih ga masalah, hihihi.

Bereksperimen dengan Nanas

Hallo asaalamualaikum.
Apa kabar sahabat blogger? Lama banget nih ga posting, wow setahun. Terakhir posting Desember 2014 :( Ya ampun aku kemana aja nih. Mudah-mudahan blognya ga banyak sarang laba-labanya ya karena lama ga posting, hihi. Sebenernya banyak banget ide yang mau aku tulis di blog ini tapi banyak juga godaannya jadi baru sempet, huhuhu. Oke, ga usah banyak alibi deh ya sekarang aku mau nulis tentang resep masakan. Bukan, aku bukannya udah mahir masak mau posting masakan, justru karena aku masih belajar masak dan selalu ketagihan dengan yang namanya masak apalagi dengan bereksperimen hal-hal baru jadinya sayang kalau ga didokumentasikan, hihi. Resep yang pertama adalah racikan nanas :D
Cerita dulu ya, waktu itu aku pulang dari kosan temen terus lewat tukang nanas, itu lho yang berjajaran didepan kampun UPI kalau yang sering lewat pasti tahu. Nah aku jadi kepikiran kayaknya seger deh bikin masakan, akhirnya aku beli nanas itu sama sayuran lainnya untuk buat capcay ala-ala, hehe. Berikut bahan-bahan yang dibutuhkan:
  • 3 buah wortel segar dipotong dadu
  • 2 buah kentang dipotong dadu
  • sepotong nanas segar dipotong dadu
  • Kembang kol kurang lebih sebesar genggaman tangan.
  • 2 siung bawang putih
  • 1/2 buah bawang bombay
  • 1 batang daun bawang
  • 1/2 buah tomat besar (kalau tomatnya kecil, 1 buah aja ga apa-apa biar segar)
  • Garam secukupnya
  • Gula pasir secukupnya
  • Penyedap rasa
  • Minyak goreng secukupnya
Untuk menambah protein hewaninya, boleh pakai baso, sosis, dan sebagainya atau kalau mau sayuran semua juga boleh lebih bervariasi, misalnya ditambah dengan brokoli, jagung, dan sebagainya.

Cara membuat:
  • Setelah dicuci bersih, potong dadu semua sayuran dan nanasnya kecil-kecil.
  • Iris tipis bawang-bawangnya.
  • Nah untuk tomat, saya coba dengan mengiris tomat dengan membaginya jadi kurang lebih 5 bagian, pisahkan biji dan buahnya. Buahnya dipotong dadu kecil-kecil.
  • Panaskan minyak.
  • Masukkan bawang putih dan bawang bombay. Aduk rata. Lalu biji tomat, aduk rata.
  • Setelah wangi bawangnya tercium, masukkan garam, gula pasir, penyedap, aduk rata.
  • Masukkan wortel, aduk rata.
  • Masukkan kentang dan kembang kol, aduk rata. Tunggu sampai keduanya agak layu.
  • Masukkan daun bawang dan nanas, aduk rata.
  • Terakhir masukkan tomat. Tomat dimasukkan di akhir agar masih terasa segar dan tidak lembek.
  • Angkat, sajikan. Mudah kan? :) Nah kalau mau pakai sosis, baso, dan sebagainya, masukkan sebelum sayurannya.
 this is it capcay nanas ala chef v3, hihihi.

Oh iya, aku masak resep ini sore menjelang magrib. Paginya masih ada sisa, sebagai anak kosan yang sering makan alakadarnya, aku kepikiran sisa masakan itu dibikin bumbu spageti. Ini nih caranya, sederhana banget. Aku pakai bahan-bahan yang ada di kosn aja, males belanja-belanja dulu karena mau keluar pagi. Bahan-bahanya yaitu:
  • 1 butur telur
  • Saus tomat.
  • Air panas.
  • Garam.
  • Gula pasir.
  • Penyedap rasa.
  • Margarin.
Caranya:
  • Panaskan margarin.
  • Masukkan sayuran yang tadi (aku rasa jarak dari magrib sampai jam 7 pagi sayuran ini masih bisa dimakan, tidak basi, hehe).
  • Masukkan telur, aduk rata.
  • Masukkan saus tomat, air panas, dan bahan-bahan lainnya.
  • Aduk rata, selesai.
saus telur nanas by me (yang terlalu kental, hihihi. maklum pertama kali *ngeles*)
  
Bumbu ini bisa disajikan dengan spagetti. Spagetinya bisa dimasak pakai magic com lho. Caranya panaskan air. Masak pakai magic com harus bersabar karena membutuhkan waktu yang cukup lama. Jadi, sebaiknya masak spageti di magic com bisa sambil bikin saus spagetinya. Setelah airnya panas, masukkan spageti secara perlahan. Kalau pakai majic com ukuran kecil, spagetinya tidak usah dipotong tapi tunggu aja sebentar sampai setengahnya lembek, abis itu, masukiin deh setengahnya lagi tanpa harus memotongnya. Oh iya, kalau suka pedas, bisa ditambahkan saus pedas atau potongan cabe rawit ya. Nah kalau spageti sudah masak, sajikan dengan saus spageti tadi. Selamat mencoba ;)
Note: sebagai anak kosan yang hidupnya harus pinter-pinter ngatur uang, harus hemat juga tapi ga harus selalu makan mie instan lho ya. Bahan-bahan di atas ga lebih dari 10 ribu lho harganya, hihi. Dengan uang kurang dari 10 ribu bisa makan sampe 2 kali, hihihi. Bahagia itu sederhana ya, hehe. (Tapi telur, spageti, saus tomat, dan bumbu-bumbunya udah tersedia ya, jadi memanfaatkan yang ada aja).

 
*dibuang sayang :p

Monday, December 8, 2014

Nasi Liwet ala Anak Kos

Beberapa minggu yang lalu, aku dan teman-temanku masak-masak di kosan salah satu temanku setelah jam kuliah selesai. Kita memasak nasi liwet beserta teman-temannya (red: idamnya, lauknya). Tidak seperti yang aku kira, ternyata membuat nasi liwet yang enak itu cukup sederhana lho. Setelah itu, aku jadi sering membuatnya di kosan saat merasa bosan dengan menu makan yang biasa aku makan sehari-hari. Here I will tell the ingredients:
  1. Beras yang sudah dicuci bersih sesuai keperluan
  2. 3 buah daun salam
  3. 2 batang daun sirih, geprek agar aromanya keluar
  4. 2 batang daun bawang
  5. 3 siung bawang merah
  6. 3 suing bawang putih
  7. Garam secukupnya
  8. Penyedap rasa secukupnya
  9. 2 sendok makan margarin/minyak goreng
  10. Cabe rawit sesuai selera
  11. Air secukupnya
Cara membuat:
  1. Cuci bersih beras dan bahan-bahan yang lainnya
  2. Masukkan beras dan air ke dalam majic com, airnya kurang lebih satu telunjuk di atas beras, lalu masukka bahan-bahan yang lainnya, aduk agar bumbunya merata
  3. Masak, tunggu kurang lebih 20 menit
  4. Nasi liwet siap disajikan, selamat makan :D
Nasi liwet ini merupakan makanan khas Sunda yang biasanya cocok disajikan dengan ikan asin, tumis kangkung, sambal, dan kerupuk. Selamat mencoba :D
Dibuang sayang, foto-foto nasi liwet yang kita buat..hehe
 
lauk pauk saat kita membuat nasi liwet pertama (ups, ada ulen, itu mah buat cemilan ya, hihi)
 
 bahan-bahan yang pertama kali aku beli untuk membuat nasi liwet di kosan sendiri (maaf telurnya ikut juga, biasa, telur ini aku beli untuk teman makan mie :D)
 
bahan-bahan membuat nasi liwet di kosan sendiri for the first time
 
Taraa nasi liwet buatan aku, hihihi
 

Friday, August 29, 2014

Pra Perkuliahan (Part 2)

Hari ketiga pra perkuliahan dilakukan terpisah oleh masing-masing program studi. Untuk prodi PKn bertempat di auditorium FPIPS yang diawali dengan materi dari Ketua Jurusan mengenai strategi membaca, pemaparan profil PKn oleh Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan. Pada saat pemaparan profil PKn digabung dengan mahasiswa baru dari s1. Setelah istirahat, jam 1 dilanjutkan materi mengenai budaya membaca dan menulis. Pada sesi ini, kita dibagi menjadi dua kelompok sesuai kelas. Kelas A di ruang pertemuan lantai 4 dan kelas B di lantai 3 dengan fasilitas yang sangat memadai. Adapun yang membuatku “mikir” lagi saat itu dengan pertanyaan yang diajukan dosen “berapa buku yang telah Anda baca selama seminggu atau satu bulan?”. Aku memang jarang sekali baca buku, dari dulu sudah diniatkan akan menyisihkan uang untuk membeli buku setiap bulannya namun sampai sekarang belum tercapai juga. Satu buku pun sepertinya tidak aku selesaikan dalam beberapa bulan bahkan satu tahun. Jangankan buku di luar perkuliahan, buku perkuliahan pun aku hanya membacanya yang aku pikir diperlukan saja. Kalau novel-novel, aku kalah sama mamah yang lebih banyak tahu tentang novel-novel yang bagus. Untuk saat ini, aku akan membaca sebuah buku jika mamah mengabariku bahwa buku tersebut bagus untuk dibaca baru aku akan membacanya.  Sungguh, membaca buku belum menjadi budaya bagiku, tapi “lets gone be by gone”, yang lalu biarlah berlalu, mudah-mudahan ini bisa jadi pelajaran juga buat aku pribadi.
Masih di tempat yang sama, hari keempat pra perkuliahan membahas tentang strategi menulis teks akademik dan analisis artikel jurnal. Dari pembahasan tersebut, aku jadi sadar bahwa menulis itu merupakan keterampilan yang akan bisa dicapai jika terus dilatih. Artinya jangan takut salah untuk terus mencoba menulis, sangat wajar jika tulisan pertama kita masih salah. Pun sama seperti yang pernah menulis tapi sudah sangat lama tidak menulis, mungkin akan terasa canggung kembali. Tapi aku yakin, dengan terus berlatih, keterampilan menulis akan semakin baik. Selain itu, masih banyak lagi langkah-langkah yang dapat kita lakukan untuk menulis khususnya menulis teks akademik. Dalam pembahasan analisis artikel jurnal, aku dapat banyak informasi baru tentang cara membuat artikel jurnal, cara mengajukan artikel jurnal ke jurnal nasional maupun internasional. Di akhir pembahasan, kita langsung ditugaskan untuk menganalisis beberapa artikel jurnal nasional dan internasional yang berkaitan dengan PKn dalam sebuah tulisan. Tulisan tersebut ditulis tangan dalam kertas polio minimal dua halaman dalam waktu sekitar dua jam.
*lagi pusing-pusing nganalisis jurnal, foto dulu :D

Setelah menulis selesai dan istirahat sejenak, sekitar jam 4 sore dilanjut dengan evaluasi dan penutupan. Evaluasi dan penutupan ini seharusnya dilaksanakan pada hari kelima, yaitu pada hari Jumat, namun karena prodi akan mengadakan sidang sarjana, jadi dipajukan sore itu. Evaluasi dari pra perkuliahan ini seperti ujian pada umunya, satu lembar kertas soal yang terdiri dari lima soal dan satu lembar lagi kertas polio untuk jawaban. Soal-soal tersebut merupakan materi yang telah disampaikan selam pra perkuliahan. Selanjutnya penutupan langsung oleh Ketua Jurusan.
Alhamdulillah pra perkuliahan selesai, Senin depan sudah mulai kuliah. Semangat ;)

Pra Perkuliahan (Part 1)

Hari pertama pra perkuliahan ada kuliah umum dan pemaparan seputar SPs UPI yang bertempat di Gedung Ahmad Sanusi UPI atau dulunya bernama Balai Pertemuan Umum (BPU) UPI. Dimulai dari jam 8 pagi sampai sekitar jam 3 sore. Awalnya aku benar-benar tidak tahu apa saja agenda selama pra perkuliahan ini. Namun yang aku pikir pra perkuliahan ini tidak akan mungkin sama dengan mahasiswa baru jenjang s1 yang menggunakan berbagai atribut yang ditentukan oleh panitia. Di hari pertama ini, aku pergi bersama teman sekelasku saat kita kuliah s1 dulu yang sekarang sama-sama melanjutkan pendidikan masih di kampus ini. Sambil mengikuti rangkaian acara dengan tiga sesi, aku pun banyak bertemu dengan teman baru, berkenalan sambil sesekali bertukar informasi mengenai pra perkuliahan. Ternyata jadwal pra perkuliahan dan jadwal kuliah sudah ada di websitenya SPs, kita bisa langsung men-download-nya. Sekitar jam 9, ada kuliah umum dari Sekjen Kemdikbud, dilanjut pemaparan perkuliahan di SPs dan jam 1 pemaparan mengenai disiplin mahasiswa yang kurang lebih menjelaskan peraturan di kampus.
Pada saat sesi tanya jawab dalam kuliah umum, yang paling menarik menurut aku yaitu membahas tentang kurikulum 2013 dan kabar tentang kuliah s2 yang diperpanjang menjadi empat tahun. Beliau menegaskan bahwa waktu kuliah s2 tidak mungkin akan menjadi empat tahun, bahkan di kampus-kampus di dunia pun tidak ada perkuliahan s2 yang diselesaikan dalam waktu empat tahun, yang ada hanya jumlah SKS nya yang ditambahkan, sehingga dalam setiap semester, SKS nya dipadatkan. Peraturan ini baru disahkan bulan Juni lalu dan baru akan dilaksanakan tahun ajaran baru 2015/2016. Dalam peraturan tersebut kurang lebih menyatakan jumlah SKS yang harus ditempuh dalam jenjang pendidikan s2 ditambah menjadi sebanyak 72 SKS dari yang biasanya sekitar 48-54 SKS, sehingga kabar yang beredar adalah waktu untuk menyelesaikan pendidikan s2 diperpanjang menjadi empat tahun.
Ada pun informasi yang membuat kita “mikir” saat pemaparan seputar SPs UPI yaitu tentang “Hari Sakaratul Maut” (HSM) bagi mahasiswa angkatan 2014 ini. HSM berarti hari maksimal kita harus sudah menyelesaikan kuliah alias harus sudah lulus. Seperti yang telah kita ketahui, untuk jenjang s2 maksimal waktu tempuh kuliah itu tiga tahun. Jika lebih dari tiga tahun, maka mahasiswa yang bersangkutan dianggap drop out (DO) dan apabila ingin melanjutkan, tidak bisa masuk kembalai kepada program studi asal, tetapi harus memilih program studi yang lain. Misalnya tahun sekarang masuk program studi PKn, namun tiga tahun berikutnya belum dapat menyelesaikan kuliah karena berbagai kendala, maka dengan terpaksa harus DO meskipun sedang menyusun tesis. Jika ingin masuk kembali ke SPs, tidak bisa kembali ke prodi PKn namun harus masuk atau memilih prodi lain selain dari PKn. Begitupun dengan mahasiswa s3 yang harus dapat menyelesaikan kuliahnya maksimal empat tahun. Jika tidak, maka harus DO juga. HSM bagi mahasiswa baru s2 itu jatuh pada tanggal 31 Agustus 2017 dan bagi mahasiswa baru s3 yaitu 1 tahun setelahnya. Mudah-mudahan kita bisa menyelesaikan kuliah ini tepat waktu, aamiin yra.
Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah kemampuan Bahasa Inggris. Pada saat tes masuk SPs, soal yang diujikan adalah soal Bahasa Inggris dan Tes Potensi Akademik. Untuk mahasiswa yang kemampuan Bahasa Inggrisnya sudah memenuhi syarat, maka ia akan menerima surat dari SPs. Namun bagi mahasiswa yang tidak menerimanya, maka ia harus mengikuti tes TOEFL atau setara TOEFL dengan skor minimal 450 bagi mahasiswa s2. Bukti mengikuti tes TOEFL ini harus dikumpulkan maksimal pada semester satu. Bagi teman-teman yang masih duduk di bangku s1, lebih baik pelajari Bahasa Inggris dari sekarang karena kemampuan bahasa asing kita akan terus bermanfaat bagi kita kedepannya, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun untuk kebutuhan bekerja nanti. Terlebih untuk persyaratan beasiswa s2 dalam dan luar negeri biasanya selalu dibutuhkan bukti tes TOEFL atau setara dengan skor minimal 500 untuk dalam negeri dan 550 untuk beasiswa ke luar negeri. Tetapi untuk siapapun tidak ada kata terlambat untuk terus mempelajari bahasa asing. Seperti aku yang masih sangat jauh dari rata-rata, masih harus terus mempelajarai bahasa asing. Untuk mengajukan beasiswa pun, skor TOEFL aku belum memenuhi syarat, sehingga aku harus terus belajar. Selain untuk tuntutan akademik, masih banyak manfaat lain dari memiliki kemampuan bahasa asing.
Di hari kedua pra perkuliahan, jam 7 pagi penerimaan mahasiswa baru oleh rektor UPI dan kuliah umum di gymnasium bersama-sama dengan mahasiswa baru jenjang s1. Pada sesi ini, aku jadi teringat empat tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2010 aku pun merasakan hal yang sama sebagai mahasiswa baru jenjang s1, mengikuti masa orientasi kampus dan kuliah umum UPI (MOKA-KU UPI), mengenakan pakaian putih hitam dengan berbagai atribut warna-warni yang ditentukan oleh panitia tanpa rasa malu sedikit pun. Saat itu bertepatan dengan bulan Ramadhan, aku berangkat dari tempat kos sekitar jam 5 selepas sahur langsung mandi dan siap-siap mengikuti rangkaian acara MOKA-KU UPI. Ya, saat langit masih gelap aku harus segera sampai di gymnasium karena takut terlambat. Berbagai rangkaian acara aku ikuti selama empat hari, memang sangat cape namun banyak juga hal positif yang aku dapat sebagai mahasiswa baru di kampus ini. Jika aku ingat kejadian itu sekarang, jadi ingin senyum-senyum sendiri, rasanya sangat lucu, konyol, polos, ah meskipun begitu tetaplah menjadi unforgettable moment, hihihi. Pada tahun ini, ada sesuatu yang baru bagiku saat sesi penerimaan mahasiswa baru yaitu adanya janji mahasiswa tentang anti plagiat, anti perpeloncoan, dan anti mencontek. Perwakilan dari setiap fakultas dan perwakilan dari kampus daerah masing-masing dua orang maju ke depan untuk membacakannya dan diikuti oleh seluruh mahasiswa baru. Entah dari tahun kemarin atau tahun ini mulai ada janji tersebut, yang jelas adanya janji mahasiswa itu untuk kebaikan mahasiswa sendiri, dosen, lembaga, dan yang lainnya.
 *kurang jelas ya? maklum, diambil dari lt.3, pake kamera hp lagi :D
Jam 10 di hari kedua ini, dilanjut dengan materi tentang plagiarism di BPU dan pemaparan tentang Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) pada jam 1nya setelah istirahat. FKM ini merupakan suatu organisasi di SPs UPI yang menaungi berbagai kegiatan di luar perkuliahan dengan berbagai bidang/departemen. Mungkin tidak jauh berbeda dengan BEM untuk mahasiswa s1. Melihat berbagai kegiatan yang ditayangkan membuatku ingin mengikutinya, ingin mencari pengalaman dari FKM ini.
 --Bersambung...